TAKMIR MASJID INDONESIA

Komunitas Pemakmur Masjid

Gerakan dan Bacaan Rukuk

TAKMIR.ID · PANDUAN SHOLAT

Gerakan dan Bacaan Rukuk

03. Panduan Sholat Wajib

Gerakan dan Bacaan Rukuk

Pendahuluan

Rukuk adalah salah satu gerakan pokok dalam sholat. Pada gerakan ini, orang yang sholat membungkukkan badan setelah berdiri dan membaca Al-Qur’an, lalu membaca zikir rukuk. Rukuk dilakukan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan disertai tuma’ninah.

Panduan ini menjelaskan cara melakukan rukuk dan bacaan yang umum diajarkan. Ada variasi bacaan zikir rukuk yang diriwayatkan dalam hadis; karena itu, seorang muslim dapat mempelajari bacaan-bacaan yang sahih dan mengamalkannya sesuai tuntunan yang dipahami.

1. Cara melakukan gerakan rukuk

1. Setelah selesai membaca Al-Fatihah dan bacaan surah atau ayat pada rakaat yang dianjurkan, ucapkan takbir intiqal, yaitu “Allahu akbar”, sambil bergerak menuju rukuk.

2. Bungkukkan badan hingga posisi punggung relatif rata dan stabil sesuai kemampuan.

3. Letakkan kedua tangan pada lutut dan renggangkan jari-jari dengan nyaman. Posisi tangan dan siku mengikuti kemampuan serta tuntunan fikih yang dipelajari.

4. Kepala dijaga agar tidak terlalu mendongak atau menunduk secara berlebihan; usahakan posisinya selaras dengan punggung.

5. Berdiam sejenak dengan tenang dalam posisi rukuk. Jangan hanya menyentuh posisi rukuk lalu langsung bangkit tanpa tuma’ninah.

6. Setelah zikir rukuk, bangkit kembali menuju iktidal sambil mengucapkan bacaan yang dituntunkan.

2. Bacaan rukuk yang umum

Di antara bacaan rukuk yang masyhur adalah:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Subḥāna rabbiyal-‘aẓīm.

Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.”

Bacaan ini diriwayatkan dalam hadis, antara lain dalam Sahih Muslim. Bacalah dengan tenang dan penuh penghayatan. Dalam praktik sholat, bacaan zikir rukuk dapat diulang selama masih berada dalam posisi rukuk.

3. Variasi bacaan zikir rukuk

Terdapat bacaan-bacaan lain yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ, di antaranya:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Subḥānaka Allāhumma rabbanā wa biḥamdika, Allāhumma-ghfir lī.

Artinya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu; ya Allah, ampunilah aku.”

Bacaan tersebut diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Ada pula variasi zikir rukuk lainnya dalam riwayat hadis. Tidak perlu menganggap hanya satu redaksi yang boleh dibaca; pelajari bacaan yang bersumber dari riwayat yang dapat dipertanggungjawabkan.

4. Tuma’ninah dalam rukuk

Tuma’ninah berarti tenang dan mantap sejenak pada setiap gerakan sholat. Ketika rukuk, tubuh perlu berada dalam posisi rukuk dengan stabil sebelum beralih ke gerakan berikutnya.

Jangan mempercepat gerakan hingga rukuk dan gerakan lainnya menjadi seperti rangkaian gerakan yang tidak jelas. Nabi ﷺ mengajarkan kepada orang yang belum benar sholatnya agar melakukan gerakan sholat dengan tenang, termasuk rukuk dan iktidal.

Bagi orang yang memiliki keterbatasan fisik, rukuk dilakukan sesuai kemampuan. Jika tidak mampu membungkuk seperti biasa, lakukan semampunya dan ikuti tuntunan fikih bagi orang yang sakit.

5. Kesalahan yang perlu dihindari

• Bergerak terlalu cepat sehingga tidak ada tuma’ninah.

• Tidak membungkuk dengan cukup sesuai kemampuan, sehingga posisi rukuk tidak terbentuk.

• Meletakkan tangan tanpa kestabilan hingga tubuh sulit tenang.

• Menganggap satu variasi zikir rukuk sebagai satu-satunya bacaan yang sah, padahal terdapat beberapa bacaan yang diriwayatkan.

• Memaksakan posisi tubuh yang menimbulkan rasa sakit atau membahayakan diri; orang yang tidak mampu memiliki keringanan sesuai kemampuannya.

6. Ringkasan praktis

• Ucapkan takbir ketika bergerak menuju rukuk.

• Bungkukkan badan dengan stabil dan letakkan tangan pada lutut sesuai kemampuan.

• Jaga ketenangan dan tuma’ninah.

• Baca zikir rukuk, misalnya “Subḥāna rabbiyal-‘aẓīm”.

• Setelah selesai, bangkit menuju iktidal dengan bacaan yang dituntunkan.

• Jika memiliki keterbatasan fisik, lakukan rukuk sesuai kemampuan dan pelajari ketentuan sholat bagi orang yang sakit.

Dalil dan rujukan

• Sahih Muslim, Kitab ash-Shalah: riwayat tentang zikir dalam rukuk dan sujud.

• Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim: riwayat Aisyah tentang bacaan Nabi ﷺ ketika rukuk dan sujud, termasuk “Subḥānaka Allāhumma rabbanā wa biḥamdika, Allāhumma-ghfir lī”.

• Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim: hadis tentang orang yang belum benar sholatnya, yang menunjukkan pentingnya menyempurnakan rukuk dan tuma’ninah.

Catatan: penomoran hadis dapat berbeda menurut edisi dan sistem penomoran yang digunakan.

REFERENSI & DALIL

Sumber
Sahih Muslim; Sahih al-Bukhari

Keterangan derajat / penilaian sumber
Rujukan hadis sahih; penomoran hadis dapat berbeda menurut edisi

← Kembali ke Panduan Sholat

Bersama Membangun Peradaban Melalui Masjid

2024 Takmir Masjid Indonesia