Bacaan dan Doa yang Berkaitan dengan Wudhu
Pengantar
Wudhu adalah ibadah bersuci yang tata caranya mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Dalam pelaksanaannya, ada bacaan yang dianjurkan sebelum wudhu dan zikir setelah wudhu. Penting untuk membedakan bacaan yang memiliki dasar riwayat dari susunan doa yang dibuat sebagai doa umum, agar suatu bacaan tidak dinisbatkan kepada Nabi ﷺ tanpa dasar yang memadai.
1. Membaca Basmalah Sebelum Wudhu
Bacaan yang umum dibaca adalah:
Arab: بِسْمِ اللَّهِ
Transliterasi: Bismillāh.
Arti: Dengan nama Allah.
Membaca basmalah sebelum wudhu dianjurkan dalam banyak panduan fikih. Para ulama berbeda pendapat tentang status hukumnya dan penilaian terhadap riwayat-riwayat yang digunakan sebagai dalil. Karena itu, jangan menjadikan perbedaan ini sebagai alasan untuk saling menyalahkan.
2. Zikir Setelah Wudhu
Salah satu zikir setelah wudhu yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim adalah:
Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Transliterasi: Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.
Arti: Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Dalam riwayat Sahih Muslim disebutkan keutamaan bagi orang yang menyempurnakan wudhu lalu membaca kesaksian ini. Redaksi di atas adalah bagian pokok zikir yang dikenal dalam riwayat tersebut.
3. Tambahan Doa: Memohon Menjadi Orang yang Bertobat dan Bersuci
Dalam riwayat Jami‘ at-Tirmidzi, terdapat tambahan doa:
Arab: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Transliterasi: Allāhummaj‘alnī minat-tawwābīn, waj‘alnī minal-mutaṭahhirīn.
Arti: Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.
Tambahan ini dikenal dalam banyak buku doa dan panduan wudhu. Para ulama membahas jalur dan penilaian riwayatnya; ketika mengajarkannya, sebaiknya disebutkan sumbernya dan tidak menyatakan bahwa seluruh redaksi tambahan memiliki tingkat kesahihan yang sama tanpa penjelasan.
4. Apakah Ada Doa Khusus pada Setiap Anggota Wudhu?
Di sebagian buku atau kebiasaan masyarakat, terdapat doa khusus ketika membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki. Doa-doa tersebut tidak semuanya memiliki dasar hadis sahih yang kuat dari Nabi ﷺ. Seseorang boleh berdoa secara umum dengan makna yang baik, tetapi tidak tepat memastikan bahwa suatu redaksi tertentu adalah sunnah Nabi ﷺ tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
5. Apakah Harus Membaca Doa dengan Suara Keras?
Tidak perlu mengeraskan suara. Zikir dapat dibaca dengan suara pelan atau lirih sehingga diri sendiri dapat mendengarnya, sesuai keadaan dan tanpa mengganggu orang lain. Jika seseorang tidak hafal bacaan tambahan, wudhunya tetap sah selama syarat dan rukun wudhunya terpenuhi.
6. Ringkasan Praktis
- Sebelum wudhu: membaca basmalah merupakan amalan yang dianjurkan.
- Setelah wudhu: membaca syahadat sebagaimana riwayat Sahih Muslim merupakan zikir yang memiliki dasar kuat.
- Doa tambahan memohon agar menjadi orang yang bertobat dan bersuci dikenal dalam riwayat at-Tirmidzi; status riwayat dan rincian redaksinya dibahas oleh ulama.
- Jangan menganggap doa khusus untuk setiap anggota wudhu sebagai sunnah Nabi ﷺ tanpa dasar yang jelas.
- Tidak hafal doa tambahan tidak membatalkan wudhu.
Referensi
- Al-Qur’an, Surah Al-Ma’idah [5]: 6.
- Sahih Muslim, Kitab ath-Thaharah, hadis tentang keutamaan menyempurnakan wudhu dan membaca dua kalimat syahadat setelahnya.
- Jami‘ at-Tirmidzi, Abwab ath-Thaharah, riwayat tentang zikir setelah wudhu.
- Sunan Abi Dawud, Kitab ath-Thaharah, riwayat-riwayat terkait basmalah sebelum wudhu.
- Al-Nawawi, Al-Adzkar, pembahasan zikir setelah wudhu.
Sumber
Al-Qur’an; Sahih Muslim, Kitab ath-Thaharah; Sunan Abi Dawud dan Jami‘ at-Tirmidzi dalam pembahasan zikir setelah wudhu; penjelasan ulama hadis dan fikih.
Keterangan derajat / penilaian sumber
Zikir syahadat setelah wudhu memiliki dasar dalam Sahih Muslim. Riwayat dan status bacaan tambahan dibahas oleh ulama; hindari menisbatkan bacaan tanpa dasar yang jelas.
