TAKMIR MASJID INDONESIA

Komunitas Pemakmur Masjid

Duduk Tasyahud Awal dan Bacaannya

TAKMIR.ID · PANDUAN SHOLAT

Duduk Tasyahud Awal dan Bacaannya

03. Panduan Sholat Wajib

Pengantar

Tasyahud awal adalah duduk yang dilakukan setelah rakaat kedua pada sholat yang jumlah rakaatnya tiga atau empat, sebelum berdiri untuk rakaat berikutnya. Tasyahud awal termasuk bagian penting dalam tata cara sholat. Rincian hukum dan beberapa bentuk duduk dapat berbeda menurut penjelasan ulama dan mazhab; panduan ini menyajikan praktik yang dikenal luas berdasarkan riwayat hadis.

Kapan tasyahud awal dilakukan?

Tasyahud awal dilakukan setelah rakaat kedua pada sholat Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Pada sholat dua rakaat seperti Subuh, tidak ada tasyahud awal; setelah rakaat kedua dilakukan duduk tasyahud akhir. Jika seseorang menjadi makmum masbuk, ia mengikuti imam dan menyesuaikan rakaat yang ia sempurnakan setelah imam salam.

Cara duduk tasyahud awal

Selesai sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk tasyahud. Salah satu cara yang diriwayatkan adalah duduk iftirasy: kaki kiri dibentangkan untuk diduduki, sedangkan kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari menghadap kiblat jika mampu. Letakkan tangan di atas paha atau lutut. Terdapat variasi yang dibahas dalam riwayat dan fikih; jangan menjadikan perbedaan bentuk duduk yang memiliki dasar sebagai alasan saling menyalahkan.

Bacaan tasyahud

Di antara bacaan tasyahud yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ adalah bacaan berikut:

Teks Arab

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Transliterasi

At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.

Artinya

“Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Apa yang dibaca setelah tasyahud awal?

Pada tasyahud awal, bacalah tasyahud hingga syahadat. Setelah itu, berdirilah untuk rakaat ketiga. Shalawat Ibrahimiyah secara lengkap dibaca pada tasyahud akhir menurut praktik yang umum diajarkan; rincian bacaan pada tasyahud awal memiliki pembahasan di kalangan ulama. Ikuti tuntunan yang dipelajari dari guru atau mazhab yang tepercaya, tanpa menganggap praktik yang memiliki dasar sebagai kesalahan.

Gerakan tangan dan telunjuk

Dalam sejumlah riwayat, Nabi ﷺ meletakkan tangan kanan di paha atau lutut kanan dan tangan kiri di paha atau lutut kiri. Ada riwayat tentang isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahud. Cara menggerakkan atau menegakkan telunjuk dijelaskan dengan beberapa pendapat ulama. Lakukan dengan tenang dan tidak berlebihan hingga mengganggu kekhusyukan.

Kesalahan yang perlu dihindari

Hindari terburu-buru sehingga bacaan tidak jelas, mengangkat atau menggerakkan tangan secara berlebihan, serta memperdebatkan perbedaan tata cara yang memiliki landasan. Pelajari bacaan secara bertahap; yang penting adalah memahami urutan, menjaga ketenangan, dan mengikuti tuntunan sholat yang benar.

Ringkasan langkah

  1. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk untuk tasyahud awal.
  2. Duduk dengan posisi yang nyaman dan sesuai tuntunan yang dipelajari.
  3. Letakkan tangan di paha atau lutut; lakukan isyarat telunjuk sesuai tuntunan yang diikuti.
  4. Baca tasyahud dengan tartil.
  5. Setelah selesai, berdiri untuk rakaat berikutnya.

Rujukan

  • Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitāb al-Adhān, bab tentang tasyahud dalam sholat.
  • Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb aṣ-Ṣalāh, riwayat tentang tata cara tasyahud dari Ibn Mas‘ūd dan lainnya.
  • Abū Dāwūd, Kitāb aṣ-Ṣalāh, riwayat tentang posisi tangan dan isyarat telunjuk saat tasyahud.
REFERENSI & DALIL

Teks Arab
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Transliterasi
At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.

Terjemahan
“Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Sumber
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī; Ṣaḥīḥ Muslim; Sunan Abī Dāwūd

Keterangan derajat / penilaian sumber
Bacaan tasyahud memiliki dasar dalam hadis sahih; rincian gerakan dan praktik dapat memiliki variasi fikih.

← Kembali ke Panduan Sholat

Bersama Membangun Peradaban Melalui Masjid

2024 Takmir Masjid Indonesia