Sholat Gerhana Matahari dan Bulan
Pengantar
Gerhana matahari dan bulan merupakan tanda kebesaran Allah. Ketika gerhana terjadi, umat Islam dianjurkan untuk mengingat Allah, berdoa, berdzikir, bersedekah, dan melaksanakan sholat gerhana.
Pengertian Sholat Gerhana
Sholat gerhana adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan. Sholat gerhana matahari sering disebut sholat kusuf, sedangkan sholat gerhana bulan disebut sholat khusuf.
Hukum Sholat Gerhana
Sholat gerhana disyariatkan dan sangat dianjurkan ketika gerhana berlangsung. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah; gerhana tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang.
Waktu Pelaksanaan
Waktunya dimulai ketika gerhana terlihat dan berakhir ketika gerhana selesai. Jika gerhana telah berakhir, sholat gerhana tidak perlu diqadha sebagai sholat gerhana.
Tata Cara Sholat Gerhana
Sholat gerhana yang dicontohkan dalam hadits terdiri dari dua rakaat. Setiap rakaat memiliki dua kali berdiri dengan bacaan Al-Qur’an dan dua kali rukuk, kemudian dua kali sujud seperti sholat biasa.
1. Berniat dalam hati untuk melaksanakan sholat gerhana karena Allah.
2. Takbiratul ihram, lalu membaca doa pembuka jika biasa membacanya, kemudian membaca Al-Fatihah dan surah yang panjang.
3. Rukuk dengan waktu yang panjang, lalu bangkit dari rukuk dan membaca tahmid serta pujian kepada Allah.
4. Membaca Al-Fatihah dan surah kembali, kemudian rukuk untuk kedua kalinya. Setelah itu bangkit dari rukuk, lalu sujud dua kali.
5. Pada rakaat kedua, lakukan pola yang sama: dua kali berdiri dan membaca, dua kali rukuk, lalu dua kali sujud.
6. Duduk tasyahud akhir dan salam.
7. Imam dapat menyampaikan khutbah atau nasihat setelah sholat, mengingatkan jamaah untuk bertakwa, berdoa, berdzikir, dan bersedekah.
Uraian bacaan dan panjang berdiri/rukuk dapat berbeda sesuai kemampuan jamaah dan rincian fiqih yang diikuti. Jika gerhana sudah selesai sebelum sholat dimulai, tidak dilaksanakan sebagai sholat gerhana.
Amalan Ketika Gerhana
Selain sholat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, takbir, istighfar, dan sedekah selama gerhana. Gerhana bukan pertanda kematian atau kelahiran seseorang, dan tidak boleh dikaitkan dengan takhayul.
Keutamaan
Sholat gerhana menjadi sarana mengingat kebesaran Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Peristiwa gerhana juga mengajak seorang Muslim memperbarui ketakwaan serta memperbanyak amal saleh.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
– Menganggap gerhana terjadi karena kematian atau kelahiran tokoh tertentu.
– Mengaitkan gerhana dengan ramalan atau pertanda sial.
– Mengabaikan sholat dan dzikir ketika gerhana berlangsung tanpa alasan.
– Menganggap satu surah tertentu wajib dibaca dalam sholat gerhana; tidak ada surah khusus yang diwajibkan.
Kesimpulan
Ketika gerhana matahari atau bulan terjadi, umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat gerhana, berdoa, berdzikir, bertakbir, beristighfar, dan bersedekah. Tata cara yang diriwayatkan dalam hadits adalah dua rakaat, dengan dua kali berdiri dan dua kali rukuk pada setiap rakaat.
Rujukan
Shahih al-Bukhari, hadits no. 1041: https://sunnah.com/bukhari:1041
Shahih Muslim, hadits no. 901: https://sunnah.com/muslim:901
Sumber
Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim
Nomor hadis
Shahih al-Bukhari 1041; Shahih Muslim 901
Keterangan derajat / penilaian sumber
Shahih
