Sholat Sunnah Mutlak
Pengantar
Sholat sunnah mutlak memberi kesempatan kepada seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui sholat selain sholat wajib dan sholat sunnah yang terikat dengan sebab atau waktu tertentu.
Pengertian Sholat Sunnah Mutlak
Sholat sunnah mutlak adalah sholat sunnah yang tidak ditentukan jumlah rakaat atau nama khususnya oleh dalil tertentu, serta tidak terikat pada sebab khusus. Seseorang dapat mengerjakannya dengan niat sholat sunnah selama berada pada waktu yang dibolehkan untuk sholat.
Hukum dan Dasar Umum
Sholat sunnah mutlak termasuk amalan yang dianjurkan. Dalam hadits tentang banyaknya sujud, Rasulullah ﷺ mengajarkan Rabi‘ah bin Ka‘b agar memperbanyak sujud kepada Allah. Hadits ini menjadi salah satu dalil umum tentang keutamaan memperbanyak sholat sunnah.
Sholat tetap harus memperhatikan ketentuan syariat, termasuk waktu-waktu yang dilarang atau tidak dianjurkan untuk sholat sunnah.
Jumlah Rakaat
Sholat sunnah mutlak tidak memiliki jumlah rakaat tertentu yang ditetapkan secara khusus. Sholat dapat dikerjakan dua rakaat demi dua rakaat, dengan salam setiap dua rakaat, sebagai bentuk yang umum dipraktikkan. Jangan meyakini jumlah tertentu sebagai kewajiban atau ketentuan khusus tanpa dalil.
Waktu Pelaksanaan
Sholat sunnah mutlak dapat dilakukan pada waktu yang dibolehkan untuk sholat sunnah. Hindari waktu-waktu yang dilarang atau tidak dianjurkan, dengan memperhatikan rincian fikih dan panduan yang diikuti.
Tata Cara Sholat Sunnah Mutlak
1. Berniat dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah karena Allah; tidak ada lafaz niat khusus yang wajib diucapkan.
2. Takbiratul ihram.
3. Membaca doa pembuka jika biasa membacanya, lalu Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur’an.
4. Rukuk, bangkit dari rukuk, lalu sujud dua kali sebagaimana sholat biasa.
5. Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi bacaan serta gerakan sholat.
6. Duduk tasyahud akhir dan salam.
7. Jika ingin menambah rakaat, lanjutkan dengan dua rakaat berikutnya dan salam, selama masih dalam waktu yang dibolehkan.
Bacaan dan Doa
Tidak ada surah khusus yang diwajibkan untuk sholat sunnah mutlak. Bacalah Al-Fatihah dan ayat atau surah Al-Qur’an yang mudah. Setelah sholat, seseorang boleh berdoa dengan doa yang baik tanpa meyakini adanya doa khusus yang ditetapkan untuk sholat sunnah mutlak.
Keutamaan
Sholat sunnah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan menambah amal kebaikan. Dalam hadits qudsi, Allah menyebut amalan-amalan sunnah sebagai jalan seorang hamba terus mendekat kepada-Nya hingga Allah mencintainya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
– Menganggap sholat sunnah mutlak memiliki jumlah rakaat wajib atau baku tanpa dalil.
– Mengkhususkan surah, doa, atau waktu tertentu sebagai ketentuan syariat tanpa dasar yang sahih.
– Melaksanakan sholat sunnah pada waktu yang dilarang tanpa memperhatikan ketentuan fikih.
– Mengucapkan lafaz niat sebagai syarat sah, padahal niat tempatnya di hati.
Kesimpulan
Sholat sunnah mutlak adalah sholat sunnah yang tidak terikat sebab khusus dan tidak ditentukan jumlah rakaat khususnya. Kerjakan dengan tata cara sholat biasa, memperhatikan waktu yang dibolehkan, dan niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Rujukan
Shahih Muslim, hadits no. 488 (keutamaan memperbanyak sujud): https://sunnah.com/muslim:488
Shahih al-Bukhari, hadits no. 6502 (amalan sunnah mendekatkan diri kepada Allah): https://sunnah.com/bukhari:6502
Sumber
Shahih Muslim dan Shahih al-Bukhari
Nomor hadis
Shahih Muslim 488; Shahih al-Bukhari 6502
Keterangan derajat / penilaian sumber
Shahih
