TAKMIR MASJID INDONESIA

Komunitas Pemakmur Masjid

Sholat Tarawih: Hukum, Waktu, Jumlah Rakaat, dan Tata Caranya

TAKMIR.ID · PANDUAN SHOLAT

Sholat Tarawih: Hukum, Waktu, Jumlah Rakaat, dan Tata Caranya

04. Panduan Sholat Sunnah

Pengantar

Sholat Tarawih merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadan. Panduan ini membahas pengertian, hukum, waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, tata cara, bacaan, keutamaan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan.

Pengertian Sholat Tarawih

Sholat Tarawih adalah sholat malam yang dikerjakan pada bulan Ramadan. Istilah tarawih berkaitan dengan waktu istirahat di antara rakaat atau rangkaian sholat. Tarawih termasuk qiyam Ramadan dan dilaksanakan setelah Sholat Isya.

Hukum Sholat Tarawih

Sholat Tarawih hukumnya sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Rasulullah ﷺ menganjurkan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah. (HR. al-Bukhari dan Muslim.)

Waktu Pelaksanaan

Waktu Sholat Tarawih dimulai setelah Sholat Isya dan berakhir sebelum terbit fajar. Sholat ini dikerjakan pada malam bulan Ramadan. Jika seseorang belum melaksanakan Sholat Isya, ia perlu melaksanakan Isya terlebih dahulu sebelum Tarawih.

Jumlah Rakaat

Tidak ada satu jumlah rakaat yang disepakati seluruh ulama sebagai satu-satunya bentuk Tarawih. Praktik yang dikenal di kalangan umat Islam antara lain 8 rakaat ditambah Witir dan 20 rakaat ditambah Witir. Riwayat dan penilaian ulama tentang jumlah rakaat dibahas dengan pendekatan fikih yang beragam. Karena itu, jangan menjadikan perbedaan jumlah rakaat sebagai alasan untuk saling menyalahkan.

Tata Cara Sholat Tarawih

1. Pastikan sudah melaksanakan Sholat Isya.

2. Berniat di dalam hati untuk mengerjakan Sholat Tarawih.

3. Kerjakan sholat dua rakaat, seperti sholat sunnah pada umumnya, lalu salam.

4. Ulangi dua rakaat demi dua rakaat sesuai jumlah yang dipilih dan kemampuan.

5. Setelah Tarawih, Sholat Witir dapat dikerjakan sebagai penutup sholat malam.

6. Tarawih dapat dikerjakan berjamaah di masjid atau sendiri di rumah. Jika berjamaah, ikuti imam hingga selesai sesuai kemampuan dan tuntunan yang diikuti.

Bacaan dan Doa dalam Sholat Tarawih

Bacaan pokok dalam setiap rakaat mengikuti tata cara sholat: Al-Fatihah dan ayat atau surah Al-Qur’an. Tidak ada satu surah tertentu yang wajib dibaca dalam Tarawih. Doa di antara rangkaian rakaat dan doa setelah Tarawih memiliki variasi praktik; jangan menganggap satu redaksi tertentu sebagai kewajiban tanpa dalil yang jelas.

Keutamaan Sholat Tarawih

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. al-Bukhari dan Muslim) Tarawih juga menjadi kesempatan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdoa, memperkuat kebersamaan, dan menghidupkan malam Ramadan.

Sholat Tarawih Berjamaah

Tarawih dapat dilakukan berjamaah maupun sendiri. Berjamaah bersama imam merupakan praktik yang dikenal luas pada bulan Ramadan. Dalam hadis, Nabi ﷺ pernah sholat malam bersama para sahabat beberapa malam, kemudian tidak terus-menerus keluar karena khawatir sholat tersebut diwajibkan atas umatnya. Pada masa Khalifah Umar bin al-Khattab, kaum Muslimin dihimpun untuk sholat berjamaah dengan seorang imam. (HR. al-Bukhari; verifikasi redaksi dan nomor hadis.)

Kesalahan yang Perlu Dihindari

• Menganggap jumlah rakaat tertentu sebagai satu-satunya bentuk yang sah dan mencela praktik lain yang memiliki dasar fikih.

• Terburu-buru sehingga tidak menjaga tuma’ninah.

• Menganggap surah tertentu atau doa tertentu wajib dibaca tanpa dasar yang kuat.

• Mengabaikan Sholat Isya demi mengejar Tarawih.

• Memaksakan diri hingga mengganggu kesehatan atau kewajiban lain; kerjakan dengan khusyuk dan sesuai kemampuan.

Kesimpulan

Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan pada malam bulan Ramadan, dikerjakan setelah Isya hingga sebelum fajar. Jumlah rakaat memiliki variasi praktik dalam tradisi fikih. Utamakan kekhusyukan, tuma’ninah, konsistensi, dan sikap saling menghormati.

Rujukan

Al-Qur’an; Shahih al-Bukhari; Shahih Muslim; serta kitab fikih muktabar sesuai mazhab yang digunakan. Nomor hadis, redaksi, dan rincian perbedaan pendapat perlu dicocokkan dengan edisi rujukan sebelum publikasi.

REFERENSI & DALIL

Sumber
Al-Qur’an; Shahih al-Bukhari; Shahih Muslim; kitab fikih muktabar.

Nomor hadis
Periksa penomoran sesuai edisi rujukan yang digunakan

Keterangan derajat / penilaian sumber
Verifikasi redaksi dan derajat hadis serta rincian fikih sebelum publikasi

Buka sumber rujukan ↗

← Kembali ke Panduan Sholat

Bersama Membangun Peradaban Melalui Masjid

2024 Takmir Masjid Indonesia