TAKMIR MASJID INDONESIA

Komunitas Pemakmur Masjid

Khutbah Jum’at – Merdeka Bersama Nabi

Khutbah 1.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ

Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam

 نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ

hanya kepadanya kita Memuji dengan pujian terbaik

dan hanya kepadanya kita memohon pertolongan untuk segala kesulitan

dan hanya kepada Nya pula lah kita memohon Ampun atas segala Kesalahan yang telah kita perbuat.

وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا

serta kita berlindung kepada Allah, dari keburukan-keburukan diri kita

 وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

dan dari kesalahan-kesalahan amal kita

، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ

Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan petunjuk,maka ia tidak akan tersesat di jalanNya

 وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

dan Barangsiapa yang Allah kehendaki tersesat , maka ia tidak akanmendapatkan petunjuk di jalan-Nya

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

amma b’d

Allah ingatkan kita agar senantiasa bertaqwa dalam firmannya :

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

فَإِنْ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

أَمَّابَعْدُ؛

 

Ma’asyirol Muslimin, sidang Jum’at rahimakumullah …

Saat ini kita berada dalam 2 momentum peringatan

Pada bulan Agustus, kita mengenang kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dan pada bulan Rabi’ul Awwal, kita mengenang kelahiran manusia yang paling berjasa dalam membebaskan manusia dari kegelapan menuju cahaya tauhid:

Nabi Muhammad ﷺ.

maka dalam 2 momentum ini kita perlu mengambil pelajaran dan hikmah dari apa yang terjadi dalam Sejarah.

Jamaah rahimakumullah…

Menyelami Sejarah kehidupan Rasulullah ﷺ, mulai dari kelahirannya, perjuangannya, sampai misi terakhir dalam hidupnya, kita akan menemukan satu tempat yang berulang kali menjadi pusat dari berbagai momentum besar dalam kehidupan beliau.

Tempat itu adalah:

MASJID.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mari kita lihat ada 4 peristiwa besar dalam kehidupan Rasulullah ﷺ.

PERTAMA: KELAHIRAN NABI DAN PERLINDUNGAN ALLAH TERHADAP KA’BAH

Nabi Muhammad ﷺ lahir pada tahun yang kita kenal sebagai Tahun Gajah.

Pada tahun itu, di kota Mekkah datang pasukan besar yang dipimpin Abrahah dengan tujuan menghancurkan Ka’bah., Abrahah yakni seorang raja di dataran Arab bagian selatan ( atau kita kenal saat ini adalah negara Yaman ),ketika saat itu berada dalam wilayah penaklukan kaisar Bizantium yang beragama Kristen, ia hendak memindahkan pusat peribadatan , ekonomi, dan sosial bangsa Arab ke Pusat Peribadatan berupa Gereja yang ia bangun di kota Shana’a.

Tepai Allah gagalkan usahanya, Allah jaga ka’bah, dan hancurkan pasukan bergajah yang ia bawa

Allah mengabadikan peristiwa tersebut dalam Surah Al-Fil:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?”

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ

Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ

yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍࣖ ٥

sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Jamaah rahimakumullah,

Apa pelajaran yang dapat kita ambil?

Rumah Allah memiliki kemuliaan yang demikian besar, maka

Jangan sampai masjid dibangun tetapi kita malas mengisinya.

Jangan sampai adzan berkumandang tetapi kita tetap sibuk dengan dunia.

Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal pusat perbelanjaan daripada masjid.

Jangan sampai kita menjadikan masjid hanya sebagai tempat shalat Jumat, sementara sepanjang pekan ia sepi dari aktivitas umat.

Jangan sampai kita menjadi orang yang menghalang halangi manusia datang ke masjid.

atau sampai mengajak manusia untuk tidak memakmurkan Masjid

Allah berfirman:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ وَسَعَىٰ فِى خَرَابِهَآ

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya?

أُو۟لَٰٓئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَآ إِلَّا خَآئِفِينَ ۚ

Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah).

لَهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌ وَلَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

Ma’asyirol Muslimin Rahima kumullah,
PERISTIWA KEDUA: KETIKA RASULULLAH ﷺ MENGALAMI KESEDIHAN, ALLAH MEMULIAKANNYA MELALUI MASJID

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ada masa dalam kehidupan Rasulullah ﷺ yang sangat berat, yakni ketika

Beliau kehilangan dua orang yang sangat beliau cintai dan yang selama ini menjadi sumber dukungan: Khadijah radhiyallahu ‘anha dan Abu Thalib.

Kesedihan datang bertubi-tubi, memenjarakan beliau dalam kesedihan yang mendalam

Kemudian Allah merdekakan beliau dari kesempitan tersebut melalui sebuah perjalanan yang luar biasa , yakni : Isra dan Mi’raj.

Allah berfirman:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. Al-Isra: 1)

Perhatikan jamaah sekalian. Bagaima hilangkan kesulitan dan kesempitan Nabi dengan

Perjalanan yang itu dimulai dari masjid. dan berakhir di masjid sebelum Rasulullah ﷺ diangkat menuju langit.

Bahkan Di Masjidil Aqsa,Allah hibur dengan kemuliaan Rasulullah ﷺ menjadi imam bagi para nabi sebelumnya.

Kemudian beliau diangkat melewati lapisan-lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Dan bertemu dengan Allah subhanahu wa ta’ala dengan penglihatan hatinya.

Hikmah dari Peristiwa Isra Mi’raj ini  menunjukkan bahwa ketika manusia menghadapi kesulitan, jangan jauh dari rumah Allah.

Ketika hati sedang hancur, datanglah ke masjid.

Ketika hidup terasa berat, datanglah ke masjid.

Ketika keluarga sedang bermasalah, datanglah ke masjid.

Ketika ekonomi sedang sulit, datanglah ke masjid.

Ketika kita tidak tahu harus mengambil keputusan apa, datanglah ke masjid.

Karena memang Masjid tempat mengadukan masalah kita kepada Allah.

Dan dari sana Allah akan berikan berbagai petunjuk untuk menyelesaikan masalah atau kesusahan tersebut.

Ma’asyirol Muslimin Rahima kumullah

PERISTIWA KETIGA: KETIKA RASULULLAH ﷺ HIJRAH, MASJID MENJADI TITIK AWAL PERADABAN

Ketika kaum Quraisy, berbagai usaha menghentikan dakwahnya, melalui penyiksaan terhadap para pengikutnya, memboikot perdagangan, memutus suplai kebutuhan sampai  terakhir upaya pembunuhan terhadap Rasulullah ﷺ , Allah merdekakan beliau melalui peristiwa hijrah.

Rasulullah ﷺ meninggalkan Makkah menuju Madinah. Dan menariknya…

Sesampainya di wilayah Madinah, apa yang pertama kali dilakukan Rasulullah ﷺ?

Beliau membangun MASJID. Sebelum ia membangun rumahnya sendiri,
ia mebangun rumah Allah

Sebelum membangun tatanan sosial. Sebelum membangun pemerintahan. Sebelum membangun ekonomi. Beliau membangun masjid.

Beliau membangun Masjid Quba bahkan saat singgah diperjalanan, kemudian membangun Masjid Nabawi. Saat sampai, barulah setelah itu

Rasulullah ﷺ mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.

Kemudian masyarakat ditata. Hubungan sosial diatur. Pendidikan dibangun. Aktivitas ekonomi berkembang. Pasar dibangun.

Masjid Nabawi menjadi pusat kehidupan masyarakat Muslim Madinah.yang selanjutnya menjadi pusat komando penyebaran Islam keseluruh jazirah Arab saat itu kemudian seluruh Dunia pada masa berikutnya.

Sejarah pembangunan komunitas Madinah menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi menjadi pusat pendidikan, pelayanan sosial, musyawarah, dan berbagai urusan masyarakat.

Maka kalau hari ini kita ingin membangun masyarakat yang kuat…Jangan tinggalkan masjid.

Kalau kita ingin anak-anak kita menjadi generasi Qur’ani…Bangun pendidikan dari masjid.

Kalau kita ingin pemuda kita jauh dari narkoba, tawuran, pergaulan bebas dan kerusakan moral…Dekatkan mereka dengan masjid.

Kalau kita ingin umat kuat secara ekonomi…Masjid harus menjadi tempat lahirnya semangat kemandirian dan muamalah yang halal.

Kalau kita ingin umat saling peduli…Masjid harus menjadi pusat pelayanan sosial.

Inilah sunnah Rasulullah ﷺ. dan nabi2 sebelumnya sebagaiman Allah titahkan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihi salam dalam QS Al-Baqarah 125

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman.

Yang disunnahkan Allah melalui para Nabi yakni, Peradaban senantiasa dimulai dari Masjid.

Ma’asyirol Muslimin Rahima kumullah
PERISTIWA KEEMPAT: FATHU MAKKAH — PEMBEBASAN MASJIDIL HARAM

Diakhir kehidupan Nabi kita, ada satu momentum besar dalam sejarah Islam yang menjadi Misi terakhir dalam kehiduoan beliau SAW:

Yakni Fathu Makkah. Pembebasan Kota Makkah. Dari belenggu kaum quraisy dan memerdekakannya dari berhala2 yang mereka sembah

Rasulullah ﷺ kembali ke kota yang dahulu memusuhi beliau.

Dan ketika beliau memasuki Masjidil Haram, di sekitar Ka’bah terdapat berbagai berhala yang disembah oleh kaum musyrikin.

Rasulullah ﷺ kemudian menghancurkan berhala-berhala tersebut.

Allah berfirman:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.”

(QS. Al-Isra: 81)

Ka’bah dikembalikan kepada tujuan asalnya yakni Tauhid kepada Allah.

Tidak ada sesembahan selain Allah. Tidak ada berhala. Tidak ada sekutu. Tidak ada tandingan.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Hari ini kita mungkin tidak melihat patung-patung Latta, Uzza, dan Manat berdiri di sekitar Ka’bah.Tetapi jangan merasa bahwa manusia modern sudah bebas dari berhala.

Berhala hari ini bisa berbentuk: harta yang dipertuhankan, jabatan yang dikejar dengan mengorbankan agama, popularitas yang membuat manusia lupa akhirat, nafsu yang diperturutkan, kekuasaan yang disembah, gaya hidup yang menjadi tujuan hidup,

bahkan ego yang membuat manusia merasa tidak membutuhkan Allah.

Maka misi masjid hari ini adalah mengembalikan manusia kepada tauhid.

Masjid harus menjadi tempat manusia belajar mengatakan:

لا إله إلا الله

Tidak ada yang paling kita cintai melebihi Allah. Tidak ada yang paling kita takuti melebihi Allah. Tidak ada yang paling kita puji dan muliakan selain Allah. Tidak ada yang kita sembah selain Allah.

Ma’asyirol Muslimin Rahima kumullah

Perhatikan perjalanan kehidupan Rasulullah ﷺ.

Ketika lahir, Allah menjaga Ka’bah.

Ketika mengalami kesedihan, Allah memperjalankan beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Ketika hijrah, beliau membangun masjid. Ketika membangun masyarakat, masjid menjadi pusat kehidupan. Dan ketika hendak selesai tugasnya di dunia, misi terakhirnya adalah membebaskan Masjidil Haram.

3 Masjid ini Allah takdirkan terkait dengan peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupannya, Maka masjid bukan bagian kecil dari kehidupan Rasulullah ﷺ.

Masjid senantiasa menjadi pusat perjuangan beliau.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ

 فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah kedua:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّ

أَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا مَزِيْدًا ، أَمَّا بَعْدُ

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Masjidil Haram sudah bebas, Masjid Nabawi masih menjadi pusat kemuliaan umat Islam, namun sayang 1 masjid saat ini berada dalam belenggu penjajahan musuh Islam di Palestina yahudi israel laknatullah ‘alaih..

tapi jika harus belajar kepada mereka, bagimana mereka dahulu pun berada dalam keadaan terjajah, kemudian Allah merdekakan mereka, bahkan Allah lebihkan mereka dari bangsa yang lain kata Allah dalam QS Al-Baqarah,

يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّى فَضَّلْتُكُمْ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melabihkan kamu atas segala umat.

terbukti bagaimana mereka saat ini menguasai berbagai sektor perekonomian dunia, bahkan berbagai lembaga penting di negeri kita tak lepas dari kendali kontrak investasi mereka, propaganda mereka menyebar diseluruh dunia melalui hiburan, teknologi,makanan bahkan Pendidikan dan Kesehatan, mereka menjadi pengontrolnya, bahkan secara politik pemimpin dunia dari berbagai negara, tunduk patuh tak berkutik menyikpai kejahatan mereka di Palestina..

jika ditelisik secara mendalam kedepan, ternyata kunci kesuksesan mereka selama ini berpuluh2 tahun bergerk tersistem sampai menguasai dunia, Adalah misi Agung mereka yakni Membangun Kembali kemuliaan Kuil Peribadatan Mereka di Zaman Nabi Sulaiman, yang tertanam diarea masjidil Aqsa…

perhatikan jama’ah,
bagimana Allah bersikap,
untuk mereka saja yang dzholim, kufur dan tersesat, ketika mereka bersungguh2 menghadirkan misi Agung dalam kehidupan bangsanya yakni memuliakan tempat peribadatannya tadi, Allah berikan izin akses bagi mereka mengontrol sekian kelebihan dunia.. walaupun mereka nyatanya dalam keadaan hina dan akan Kembali diakhirat pada azab yang nyata, tapi tadi Allah bukakan jalan bagi mereka untuk menguasai dunia..

maka apalagi Ketika kita Umat Islam, umat yang diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengemban Agama yang Haq, berada dalam jalan kebenaran, berjama’ah menghadirkan Visi dan misi mulia dalam kehidupan keumatan kita, yakni membebaskan masjidil Aqsa,  maka mustahil bagi Allah tidak memberi kita petunjuk untuk merealisasikannya..
QS Attaubah 18

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
81 tahun kita Merdeka, tapi masih berkutat dalam permasalahan internal negeri, padahal dulu zaman Nabi membangun peradaban Islam di Madinah melalui Masjid Nabawi, hanya jarak 10 tahun ia menguasai seluruh jazirah Arab, dan kemudian menyebarkan Islam ke Seluruh dunia, sampai jarak waktu 1400 tahun kepada kita.

Negeri kita ini negeri kaya dan Subur, para ulama sampai menyandangkan gelar yang terdapat dalam Al-Qur’an yakni Baldatun Thayyibatun wa rabbun ghafur…
“Negeri yang baik dan rabb yang senantiasa pengampun “
negeri yang baik karena tidak kekurangan sumber daya apapun, cuacanya beragam silih berganti, alam , hewan, tumbuhan seiimbang berdampingan, berkah bagi kita umat islam yang membangun masjid terbanyak di negeri nya diseluruh dunia negara kita yag paling banyak mebangun masjid.
Rabbun ghafur, karena sayangnya kita tidak pandai bersyukur, masjid2 yang telah dibangun tidak sungguh2 dijadikan bagian dalam misi kehidupan rakyatnnya, tidak menjadikannya sebagai pusat kemakmuran, maka tak heran sumber2 daya negeri ini pun, tergerus begitu saja tidak maksimal menjadi rahmat bagi seluruh rakyatnya, Alam di rusak dan eksploitasi, perdagangan di monopoli, anggaran2 di korupsi, dana banyak hal yang membuat kita bertanya apa yang salah dengan negeri baik yang kita cintai ini.

maka para jama’ah kurangi sikap hanya menyalahkan pemerintah, karena mereka pun ada dan terpilih saat ini memang Allah takdirkan memimpin menjadi cerminan bagi kita rakyatnya. Maka mulai mengintrospeksi diri kita prbadi sudahkah kita pandai bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang Allah beri, sudahkah kita lebih taat beribadah kepada Allah, sudahkah kita lebih bermanfaat untuk sesama, sudahkah kita memanfaatkan potensi2 kebaikan yang Allah berikan diseluruh Alam, sudahkan kah kita serius menjadikan qur’an , masjid sebagai kunci keberhasilan…

mudah bagi Allah untuk jadikan negeri ini kekayaannya diterima dengan adil dan menjadi keberkahan bagi seluruh rakyatnya, bukan hanya kekayaan Indonesia, bukan hanya keberkahan yang ada di bumi, bahkan yang ada dilangit… mudah bagi Allah untuk membukanya., asal kita mau Bersama-sama bertaqwa

Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.”

(QS. Al-A’raf: 96)

Mulai hari ini mari kita buat komitmen:

Pertama, jangan tinggalkan shalat berjamaah tanpa alasan., Kedua, ajak keluarga kita mencintai masjid., Ketiga, jadikan masjid sebagai tempat belajar dan mendidik generasi qur’ani., Keempat, ikut serta dalam kegiatan sosial masjid., Kelima, sisihkan harta untuk memakmurkan rumah Allah., Keenam, dukung masjid agar menjadi pusat dakwah, pendidikan dan pemberdayaan umat., intinya:

jadikan masjid sebagai bagian dari misi hidup kita. Dan visikan Masjid sebagai Pusat tatanan kehidupan kita Karena Rasulullah ﷺ dan para Nabi pemimpin2 kita telah memberikan teladan tersebut.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَهْلَنَا، وَأَصْلِحْ شَبَابَنَا، وَأَصْلِحْ بِلَادَنَا.

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, perbaikilah keluarga kami, perbaikilah pemuda-pemuda kami, dan perbaikilah negeri kami.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا مُعَلَّقَةً بِالْمَسَاجِدِ.

Ya Allah, jadikan hati kami senantiasa terpaut kepada masjid-masjid-Mu.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عُمَّارِ بُيُوتِكَ، وَمِنْ أَهْلِ الصَّلَاةِ وَالْقُرْآنِ وَالدَّعْوَةِ.

Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang memakmurkan rumah-rumah-Mu, orang-orang yang menjaga shalat, mencintai Al-Qur’an dan memperjuangkan dakwah.

اللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَاحْفَظْ أَهْلَ فِلَسْطِين، وَاحْفَظِ الْمَسْجِدَ الْأَقْصَى، وَاجْعَلْهُ آمِنًا مُطْمَئِنًّا.

Ya Allah, tolonglah kaum muslimin di mana pun mereka berada. Lindungilah saudara-saudara kami di Palestina. Lindungilah Masjidil Aqsa dan jadikanlah ia tempat yang aman dan tenteram.

اللَّهُمَّ وَحِّدْ قُلُوبَنَا، وَاجْمَعْ كَلِمَتَنَا عَلَى الْحَقِّ، وَارْزُقْنَا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ وَالْقُوَّةَ وَالْحِكْمَةَ.

Ya Allah, satukan hati kami, satukan langkah kami di atas kebenaran, dan karuniakan kepada kami ilmu, iman, kekuatan dan hikmah.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا طَيِّبًا مُبَارَكًا، وَوَفِّقْ أَهْلَهَا لِلْإِيمَانِ وَالتَّقْوَى.

Ya Allah, jadikan Indonesia negeri yang aman dan tenteram. Jadikan negeri ini negeri yang baik dan penuh keberkahan. Berikan taufik kepada penduduknya untuk senantiasa beriman dan bertakwa kepada-Mu.

اللَّهُمَّ أَظِلَّنَا تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّكَ.

Ya Allah, naungilah kami di bawah naungan ‘Arsy-Mu pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Mu..

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

◉ 51 pembaca ▤ 0 Komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi dengan santun.

Tulis Komentar

Bersama Membangun Peradaban Melalui Masjid

2024 Takmir Masjid Indonesia